BAWANG
PUTIH BAWANG MERAH
Ø Pada Jaman dahulu kala, disebuah desa di Jawa
, hiduplah sebuah keluarga yang bahagia. Hingga suatu ketika ayahnya jatuh
sakit dan akhirnya meninggal. Sepulang dari pemakaman Bawang putih dan bibi
masih menangis.....Sesampainya dirumah..
Ibu : Putih !! Bibi
!!!
Merah: kamu harus berikan kamarmu untukku!
Dan kamar ayahmu untuk ibuku!
Putih
: Ta..tapi itu tidak mungkin bu. Disurat wasiat ayah semua sudah dibagi rata.
Kita tidak boleh .........
Ibu
: Tidak usah banyak bicara kamu!! Lakukan saja yang kita perintahkan..!
cepat...!! Bibi bantu putoh untuk membereskan barang-barang!
Bibi
: Tapi nyonya, surat wasiat itu harus dilaksanakan , jika tidak, tuan tidak
akan tenang dialam sana
Merah
: Bibi ini cerewet sekali. Tinngal lakukan saja kok. Atauuu bibi mau ku pecat
???
(pergi
membantu putih)
Ø Keesokan harinya, bawang putih sedang mencuci
piring , tiba-tiba....praakkkk
Ibu
: Ada apa ini, pagi-pagi sudah berisik. Putih apa yang kamu lakukan ????
Putih
: maafkan saya ibu...saya tidak sengaja
Merah
: ahhh bohong... pasti bawang putih hanya mencari alasan saja bu !! . Lebih
baik kita usir dia!! Bikin susah saja
Bibi
: Tidak nyonya, saya yang salah , tadi saya tidak sengaja menyenggol putih
Ibu
: kalau begitu ,mulai hari ini bibi saya pecat dan sekarang juga pergi dari
rumah ini !!!!
Ø
Keesokan
harinya.....
Ibu : putihh....! cepat kemari !
Putih : ada apa bu ??
Ibu : karena ibu sudah tidak bekerja disini
lagi , mulai hari ini semua tugas rumah kau yang kerjakan!!
Putih : apa??? Tapi aku tidak mungkin
melakukan semua itu sendiri..
Ibu : aku tidak peduli, pokoknya yang ibu tau
pekerjaan rumah harus selesai. Sekarang kamu cuci baju. Ini !!!
Putih : baik bu
Ø
On theway
to the river... tiba-tiba putih terjatuh....(aww)
Pangeran : are you ok ?? can i help you ??
Putih : ohh no thanks. I’m fine (berdiri
dengan dibantu pangeran)
Pangeran : by the way . i never see you
before. Are you new here ??
Putih : noo. But it was my first time wash
clothes here.
Pangeran : well, my name is Prince Mike
Putih : are you sure ??! you’re the king
Arnold’s son ?
Pangeran : yes, i’am . but sorry i have to go
now ! i hope we’ll meet again
Ø
At the
river , when putih is washing the clothes. Suddenly....
Putih : selendangku ??!!
( putih try
to get the selendang but the selendang was disepeared, then putih
decided to go home ..Sesampainya di rumah..)
Merah : putih
i wanna see my selendang
Putih : maaf aku sudah berusaha untuk
mencarinya, tetapi arusnya terlalu deras, sehingga ku tidak dapat menemukan
selendanh itu.
Merah : maksudmu, selendangku hilang?!?
Sekarang juga cepat cari selendangku, dan sebelum menemukannya kamu tdk boleh
kembali ke rumah
Putih : maaf merah, aku akan mencarinya.
Ø
At the
river...
Pangeran : you look so panic. What’s the matter ??
Putih : aku sedang mencari selendang
saudaraku. Tadi aku tidak sengaja menghanyutkannya !!
Pangeran : jangan khawatir... aku akan
membantu mencarinya . What’s the selendang looks like?
Putih : the color is red
Ø
Looking
for the selendang and suddenly there’s a suara !!
( kau harus mengarungi tepi sungai ini dan kau akan
menemukan sebuah gedung!
Putih :
did your hear that ??
Pangeran : yes, i heard that. Cepat kita
menuruti saja perintah suara itu. Menurutku itu adalah sebuah petunjuk.
Ø
Di
gubug..
Pangeran : sepertinya ini dia gubuk yang
dimaksut oleh suara itu.
Putih : aku pikir juga begitu. Let’s find out.
( tok ...tok..tok)
Putih : excuse me...
(bibi datang )
Putih : i looking for my selendang. The color
is red on the way here, i heard a misterias voice, said that my selendang was
here. It’s that true ??!
Bibi : yes. That true . but i’ve one
condition.
Pangeran : what’s the condition ?
Bibi : you have to clean up my house and
prepare my dinner.
Pangeran : tapi kita harus secepatnya kembali.
Bibi : is that so, you wouldn’t get the
selendang
Putih : baiklah kalau begitu
(membersihkan )
Bibi : anak-anak itu sangat rajin dan berhati
mulia, (bergumam)
Karena
kalian baik hati, maka sebagai imbalannya aku akan memberikan hadiah untuk
kalian....silahkan pilih salah satu.
Putih : baiklah (memilih bungkusan yang
kecil )
Pangeran : permisi ...kami harus segera pulang
karena hari sudah mulai sore
Bibi : baiklah ..!! hati-hati di jalan.
(putih dan pangeran pun pulang )
Putih : by the way aku harus buru-buru pulang,
karena pasti ibu dan saudaraku sudah menunggu d rumah. Terimakasih sudah mau
menemaniku mencari selendang saudaraku .bye
Pangerang: ohh iya.. sama-sama . hati-hati.bye
Ø
Di rumah
...
Ibu : kenap baru pulang ?? hah ??
Putih : maafkan putih bu ...
Merah : lohh apa itu ??? sini berikan kepada
ku.!!
Putih : jangan..jangan...
Ibu : sini berikan ( sambil mendorong putih
hingga terjatuh) . sekarang cepat kamu
masak untuk makan malam.
( putih ke dapur sambil menangis, sedangkan
ibu dan merah masuk ke kamar untuk membuka bungkusan itu)
Ibu: waahh isinya emas.. kita kayaa
Merah : iya buuu... kita kaya wahhhh
Ibu : putih....putih cepat sini ?!!
Putih :
ada apa bu ??
Ibu: bagaimana kamu bisa mendapatkan perhiasan
sebanyak ini..
Merah : kamu mencuri yaa,..?
Putih : tidak...tidak aku mendapatkannya dari
seorang nenek yang tinngak di gubuk pinggir sungai
Ibu : ya sudah...cepat sana lanjutkan masakanmu
Merah : bu aku punya ide bagaimana kalo aku
melakukan hal yang sama dengan putih.
Ibu : waah ide bagus itu, baiklah besok kamu
mencuci selendang di sungai trus kamu hanyutkan selendang itu dan kamu
mencarinya sampai bertemu gubuk dan kamu lakukan apa saja yang dilakukan
putih.
Ø
Pagi
harinya ….
(Pagi itu merah dan ibunya pergi ke sungai
untuk mencuci selendang



Tidak ada komentar:
Posting Komentar